Selasa, 27 Desember 2011

Penolong Tiga Wanita Tewas Tenggelam

PULOMERAK – Jasad Fransiskus Saes Kesu (21), warga Kampung Fao, Ke­camatan Aimere, Kabupaten Nga­dabajaba, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas di Pantai Ke­lapa Tujuh, Kelurahan Suralaya, Ke­camatan Pulomerak, Kota Cilegon, Selasa (27/12). Sebelumnya, Senin (26/12) sekira pukul 17.30 WIB, korban tergulung ombak ketika berusaha menolong tiga wanita warga Merak yang terseret ombak.
“Tapi tiga orang wanita yang ia tolong ber­hasil diselamatkan setelah penjaga pantai membawa perahu menyusul ke tengah pantai. Tapi si Fransiskus itu malah tidak tertolong karena ombak saat itu lagi tinggi,” kata saksi Maesaroh, pe­dagang di Pantai Kelapa Tujuh.


Tim Search and Resque (SAR) dari Di­rektorat Polair Polda Banten me­lakukan pencarian tubuh pemuda yang telah menetap dua bulan di Lingkungan Te­gal Wangi, Kelurahan Rawa Arum, Ke­camatan Grogol, Kota Cilegon. Namun hingga pukul 23.00 WIB, korban belum di­temukan. Pencarian dihentikan lan­taran gelap dan cuaca kurang ber­sa­habat. Polisi memasang garis polisi di sepanjang pantai dan melarang pe­ngun­jung berenang.
Pencarian dilanjutkan pada Selasa pagi. Sekira pukul 11.45 WIB jasad kor­ban baru ditemukan di belakang gedung Indo­maret Suralaya sekira satu kilometer dari Pantai Kelapa Tujuh. “Kami temukan da­lam kondisi telungkup, tidak ada luka di tubuh korban,” ujar Briptu Iwan Rudini, anggota SAR Ditpolair Polda Banten.
Iwan menduga, korban tewas setelah ke­lelahan dan tidak kuat melawan om­bak. Namun untuk memastikannya, ja­sad korban dibawa ke RSKM Cilegon.
Keluarga Fransiskus tak kuat menahan tangis ketika jasad korban di­temukan. Felix M Tola mengatakan, Fransiskus da­tang ke Pantai Kelapa Tu­juh setelah me­rayakan Natal. “Dia baru dua bulan ting­gal di Banten ka­rena bekerja di PT Dover Chemical. Te­rus terang kami sedih,” ungkap salah satu kerabat korban ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang sebelumnya telah mengingatkan agar warga me­waspadai ombak dan gelombang tinggi beberapa hari ini. “Kalau mau berenang jangan ke tengah-tengah, sebab sewaktu-waktu angin bisa kencang yang me­ngakibatkan pada tingginya ombak dan kuatnya gelombang,” kata Halim Per­danakusuma, pengamat cuaca dari BMKG Serang kepada Radar Banten pada Minggu (25/12).
Menurutnya, ketinggian ombak di Perairan Merak hingga Anyer berkisar antara 0,5 sampai 1,3 meter. Kecepatan angin berkisar antara 8 sampai 10 knot. “Ini berdasarkan pantauan di satelit, kenyataan di lapangan bisa lebih dari ini, maka kami mengingatkan kepada wisatawan agar lebih waspada,” ungkap Halim. (ibm/don/zen)

Sumber: http://www.radarbanten.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar