PULOMERAK – Jasad Fransiskus Saes Kesu (21), warga Kampung Fao, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngadabajaba, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas di Pantai Kelapa Tujuh, Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Selasa (27/12). Sebelumnya, Senin (26/12) sekira pukul 17.30 WIB, korban tergulung ombak ketika berusaha menolong tiga wanita warga Merak yang terseret ombak.
“Tapi tiga orang wanita yang ia tolong berhasil diselamatkan setelah penjaga pantai membawa perahu menyusul ke tengah pantai. Tapi si Fransiskus itu malah tidak tertolong karena ombak saat itu lagi tinggi,” kata saksi Maesaroh, pedagang di Pantai Kelapa Tujuh.
Tim Search and Resque (SAR) dari Direktorat Polair Polda Banten melakukan pencarian tubuh pemuda yang telah menetap dua bulan di Lingkungan Tegal Wangi, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. Namun hingga pukul 23.00 WIB, korban belum ditemukan. Pencarian dihentikan lantaran gelap dan cuaca kurang bersahabat. Polisi memasang garis polisi di sepanjang pantai dan melarang pengunjung berenang.
Pencarian dilanjutkan pada Selasa pagi. Sekira pukul 11.45 WIB jasad korban baru ditemukan di belakang gedung Indomaret Suralaya sekira satu kilometer dari Pantai Kelapa Tujuh. “Kami temukan dalam kondisi telungkup, tidak ada luka di tubuh korban,” ujar Briptu Iwan Rudini, anggota SAR Ditpolair Polda Banten.
Iwan menduga, korban tewas setelah kelelahan dan tidak kuat melawan ombak. Namun untuk memastikannya, jasad korban dibawa ke RSKM Cilegon.
Keluarga Fransiskus tak kuat menahan tangis ketika jasad korban ditemukan. Felix M Tola mengatakan, Fransiskus datang ke Pantai Kelapa Tujuh setelah merayakan Natal. “Dia baru dua bulan tinggal di Banten karena bekerja di PT Dover Chemical. Terus terang kami sedih,” ungkap salah satu kerabat korban ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang sebelumnya telah mengingatkan agar warga mewaspadai ombak dan gelombang tinggi beberapa hari ini. “Kalau mau berenang jangan ke tengah-tengah, sebab sewaktu-waktu angin bisa kencang yang mengakibatkan pada tingginya ombak dan kuatnya gelombang,” kata Halim Perdanakusuma, pengamat cuaca dari BMKG Serang kepada Radar Banten pada Minggu (25/12).
Menurutnya, ketinggian ombak di Perairan Merak hingga Anyer berkisar antara 0,5 sampai 1,3 meter. Kecepatan angin berkisar antara 8 sampai 10 knot. “Ini berdasarkan pantauan di satelit, kenyataan di lapangan bisa lebih dari ini, maka kami mengingatkan kepada wisatawan agar lebih waspada,” ungkap Halim. (ibm/don/zen)
Sumber: http://www.radarbanten.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar